Rabu, 13 April 2016

Pencegahan dan pengobatan penyakit diabetes melitus

 Membicarakan masalah bahaya penyakit diabetes dan pencegahannya, memang akan membutuhkan waktu yang cukup banyak. Mengingat bahwa penyakit diabetes memiliki banyak faktor, yang memicunya untuk bisa muncul di tubuh seseorang.
Diabetes merupakan penyakit yang membunuh penderitanya, sehingga termasuk ke dalam penyakit yang berbahaya. Banyak penderita penyakit diabetes yang terlambat melakukan pengobatan, karena keterlambatan mengetahui munculnya penyakit ini.
Ada banyak tanda-tanda awal penyakit diabetes, yang tidak merujuk pada gangguan kesehatan yang parah. Membantu Anda memahami penyakit diabetes dan cara pencegahannya yang tepat, menjauhkan Anda dari penyakit ini.
1 | Mati rasa
Pada banyak kasus diabetes yang menimpa sebagian orang, hampir seluruhnya mengalami gejala berupa mati rasa. Adapun bagian tubuh yang sering merasakan mati rasa (kebas) atau kesemutan adalah tangan, kaki, beserta jari-jemarinya. Peringatan awal diabetes ini terjadi karena peningkatan kadar gula darah, membuat serabut saraf mengalami kerusakan.
2 | Lebih sering buang air kecil
Penderita diabetes sering mengatakan dirinya mengalami peningkatan dorongan ingin buang air kecil. Jika sewaktu-waktu Anda mengalami hal serupa, coba konsultasikan sedini mungkin pada dokter agar mendapatkan perawatan lebih cepat dan terkontrol.
3 | Berat badan berkurang
Menjadi kabar baik bagi orang yang bermasalah dengan kegemukan maupun obesitas. Tetapi, melihat faktor pemicu turunnya berat badan adalah karena diabetes, tentu membuat Anda semakin khawatir. Terjadinya penurunan berat badan ini memang berhubungan erat pada penderita, sebab tubuh tidak mampu menyerap glukosa (sumber energi tubuh) dengan benar.
4 | Nafsu makan meningkat
Bertambahnya rasa ingin makan bisa menjadi tanda lain dari diabetes. Rasa lapar ini tidak bisa dikendalikan, sebab sinyal lapar yang dikirim oleh tubuh ini harus dipenuhi keinginannya agar semua sel menjadi berfungsi dengan baik karena mendapatkan asupan glukosa yang lebih banyak.
Rasa lapar tersebut bukan karena sel-sel di dalam tubuh tidak mendapatkan asupan glukosa dari makanan, melainkan karena makanan yang sudah ditelan tidak apat masuk ke dalam sel untuk dipakai dalam proses metabolisme, sehingga timbul lah respon tubuh seperti lapar.
5 | Penglihatan mulai kabur atau buram
Masalah seperti ini seringkali menjadi keluhan umum penderita diabetes tipe 2. Penglihatan menjadi kabur atau buram atau tidak jelas seperti biasanya, terjadi akibat kadar glukosa melonjak naik, sehingga merusak pembuluh darah dan membatasi cairan yang masuk ke mata. Kondisi ini bisa mengubah bentuk lensa dan mata.
Kabar baiknya, gejala ini reversibel (dapat kembali normal) seiring dengan berkurangnya kadar gula darah hingga batas wajar. Namun, bila gula darah tetap tinggi kelainan pada mata ini bisa berujung pada kebutaan permanen.
6 | Masalah kulit
Diabetes mememgaruhi sirkulasi darah, dan membuat kelenjar keringat mengalami disfungsional, sehingga membuat kulit menjadi bersisik, terasa gatal, kering, dan iritasi. Gejala yang satu ini cukup sulit dideteksi sebagai diabetes, karena banyak penyebab lain yang membuat kulit bermasalah seperti ini.
7 | Kelelahan dan cepat emosi
Rasa lelah ini muncul bukan tanpa sebab. Ketika tidur, penderita diabetes akan tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Kerap kali bangun untuk berkemih dan minum air, sehingga proses tidur terganggu alias tidak berkualitas. Keesokan harinya tubuh mengalami kelelahan dan tak jarang mengundang emosi.
8 | Rasa haus
Tadi telah disebutkan bahwa ciri-ciri penderita diabetes adalah sering buang air kecil. Peningkatan dorongan untuk berkemih akan memengaruhi cairan yang berada di dalam tubuh, sehingga mengakibatkan dehidrasi. Tubuh yang kekurangan cairan akan memberikan respon berupa rasa haus dengan tujuan mengembalikan cairan yang hilang.
9 | Proses pemulihan luka yang lambat
Terdapatnya luka ketika kondisi tubuh sedang tidak baik, seperti kelebihan gula darah membuat sistem imun atau kekebalan tubuh menjadi tidak normal. Hal ini tentu mempengaruhi laju pemulihan luka atau memar, akan memakan waktu lebih lama dari biasanya.
10 | Gangguan pada gusi
Dari kejadian-kejadian yang sudah berlalu, penderita diabetes lebih rentan mengalami kerusakan gusi. Seperti misalnya gusi menjadi merah, mengalami pembengkakan, dan iritasi. Bahkan ada yang merasakan gusinya menyusut dari gigi dan terjadilah infeksi gusi.
11 | Infeksi jamur
Diabetes memengaruhi sistem kekebalan tubuh penderitanya. Tubuh akan rentan terhadap serangan berbagai bakteri dan jamur (candida). Semakin banyak jumlah bakteri atau jamur yang masuk ke dalam tubuh selama sistem imun tidak siap untuk membentengi tubuh. Jika sudah demikian, contoh masalah yang patut diwaspadai, khususnya bagi wanita adalah mengalami keputihan akibat infeksi candida (jamur).
Gejala penyakit diabetes yang muncul tidak menunjukkan tanda-tanda adanya kelainan yang serius pada tubuh, sehingga sering diabaikan. Memudahkan Anda untuk bisa mengetahui penyakit  diabetess sejak dini maka Anda perlu melakukan pengecekan kadar gula dalam darah secara rutin. Sekarang melakukan cek kadar gula pun semakin terjangkau dan bahkan ada yang gratis. Semakin cepat dan mengetahui keberadaan penyakit diabetes dan pencegahannya serta pengobatan akan menjadi semakin mudah.

Kenapa Pengobatan Penyakit Diabetes dan Pencegahannya dengan Obat Herbal?

Pengobatan medis yang diberikan pada penderita penyakit diabetes belum mampu mengatasi penyakit ini secara tuntas. Dengan  begitu efek pengobatan yang diberikan pun hanya bersifat sementara. Akibatnya penderita menjadi tergantung pada pengobatan yang ada tersebut. Inilah yang seharusnya dihindari karena penggunaan obat dalam jangka waktu yang lama pun tidak akan mampu mengatasi penyakit kencing manis yang diderita
Mengingat pengobatan medis belum secara menyeluruh mampu mengatasi diabetes, maka wajar saja jika sebagian besar penderita beralih ke metode pengobatan herbal. Salah satu alasan mengapa mereka beralih ke jenis pengobatan herbal ini adalah karena pengobatan herbal terbukti aman karena menggunakan bahan herbal alami sebagai komposisinya. Selain itu dengan bahan bahan herbal yang dipakai, obat herbal tidak menyebabkan ketergantungan dan efek samping.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar